Siapa yang menemukan alasan untuk hidup, ia dapat menyelesaikan masalah dengan cara apapun

Jumat, 28 Maret 2008

Catatan

Saya tidak banyak menulis beberapa minggu ini. Ini hanya sedikit tulisan yang sempat mampir di buku harian saya. Sebuah perenungan—saya takut menyebut ini sebagai puisi. Sebuah katarsis dari benak pikiran yang hanya berfungsi parsial (di ruang dan waktu tertentu), bukan universal (di ruang dan waktu tak tentu). Ini jelmaan yang mengafirmasi pada konsep diri: saya-yang-ingin-dipahami.


Dalam Orkestra Waktu

pagi terlalu dini, dan siang adalah niscaya yang nyaman tertunda
syaraf-syaraf waktu merambati kepala
menarik simpul yang menyembunyikan dawai-dawai tak beraturan
detak perdetik bergulir di rindang riwayat
bukan suara yang memekik syaraf-syaraf kerja
waktu melantun lagu yang mengubur rindu

jejak hanya berbekas tapak tak tampak
semacam riwayat yang lupa tertulis
gema terekam rapi, sebagai persembahan pribadi
wadagnya hanya seberkas putih kabut
menjerat kaki sejarah
yang hampir saja lupa melangkah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terima kasih Anda telah membaca tulisan ini. Harap tinggalkan komentar sebelum meninggalkan halaman ini.